<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dudu.WEB.ID &#187; Internet</title>
	<atom:link href="http://dudu.web.id/category/internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dudu.web.id</link>
	<description>...still try and try...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 16:07:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Convert MPG to FLV in linux</title>
		<link>http://dudu.web.id/2012/02/convert-mpg-to-flv-in-linux/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2012/02/convert-mpg-to-flv-in-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 04:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[convert]]></category>
		<category><![CDATA[flv]]></category>
		<category><![CDATA[mpeg]]></category>
		<category><![CDATA[mpg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[How to convert MPG to FLV in Linux? Untuk mengubah file video MPG menjadi FLV pada Linux, dapat menggunakan perintah:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>How to convert MPG to FLV in Linux?</p>
<p>Untuk mengubah file video MPG menjadi FLV pada Linux, dapat menggunakan perintah:</p>
<pre class="brush: bash; title: ; notranslate">
ffmpeg -i &lt;filename.mpg&gt; -deinterlace -ar 44100 -r 25 -qmin 3 -qmax 6 &lt;filename.flv&gt;
</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2012/02/convert-mpg-to-flv-in-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Set Specific row style in jqgrid</title>
		<link>http://dudu.web.id/2012/01/set-specific-row-style-in-jqgrid/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2012/01/set-specific-row-style-in-jqgrid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 09:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Jquery]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[each]]></category>
		<category><![CDATA[jqgrid]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[table]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Mengatur style untuk baris pada jqgrid (Bahasa Indonesianya gitu..) Permasalahan ini saya temui ketika akan membuat tabel dengan Jqgrid, kemudian ada pengelompokan baris tertentu. Misalnya ketika pada field &#8220;Status&#8221; ternyata masih kosong, maka baris tersebut akan berwarna merah (tugas dari temen sih sebenernya ). Kalo misal table yang dibuat bukan dari plugin JQgrid mungkin tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dudu.web.id/wp-content/uploads/2012/01/jqgrid1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-486" title="jqgrid1" src="http://dudu.web.id/wp-content/uploads/2012/01/jqgrid1.png" alt="" width="514" height="206" /></a></p>
<p>Mengatur style untuk baris pada jqgrid (Bahasa Indonesianya gitu..)</p>
<p>Permasalahan ini saya temui ketika akan membuat tabel dengan Jqgrid, kemudian ada pengelompokan baris tertentu. Misalnya ketika pada field &#8220;Status&#8221; ternyata masih kosong, maka baris tersebut akan berwarna merah (tugas dari <a title="Fitri Wibowo" href="http://blog.bowo.co.cc/" target="_blank">temen </a>sih sebenernya <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Kalo misal table yang dibuat bukan dari plugin JQgrid mungkin tidak terlalu ribet, apalagi dokumentasi JQgrid sangat minim menurut saya.Dan juga desain table yang saya gunakan tidak setandar!!! hah, gimana ini..</p>
<p>Setelah browsing dan disambi <a title="Twitter" href="http://twitter.com/dwijonarko" target="_blank">twitteran</a>, serta <a title="Google Plus" href="http://gplus.to/dwijonarko" target="_blank">google plus</a>-an (halah) dan tidak lupa <a title="Kaskus" href="http://kaskus.us" target="_blank">ngaskus</a>..akhirnya nemu inspirasi juga..<span id="more-483"></span></p>
<p>Beberapa cara yang sempat terpikirkan :</p>
<ul>
<li>Looping setiap halaman dan cari valuenya : ternyata ga bisa karena ngakses rownya dari ID, dan ID nya ga sama dengan nomor record nya (ini )</li>
<li>Looping sampe row terakhir : ini juga ga bisa, apalagi dtanya sampe 4000, berat loadnya..</li>
<li>Menggunakan looping pake jquery.each(), cari ID row kemudian cocokan valuenya</li>
</ul>
<p>Ternyata cara yang terakhir yang paling cocok dan bisa di aplikasikan dalam kasus yang saya alami. Script yang saya gunakan seperti ini</p>
<pre class="brush: jscript; title: ; notranslate">

loadComplete: function() {
 $('.jqgrow').each(function(index,value){//looping semua baris jqgrid
 var idRow = $(this).attr(&quot;id&quot;);//cari idRow nya
 var data = jQuery('#list1').jqGrid ('getCell', idRow, 'colomname'); //cari value dari cell &quot;collomname&quot;
 if(data!=&quot;Aktif&quot;){ //cocokan dengan syaratnya
 grid.jqGrid('setRowData',idRow,&quot;false&quot;,'ui-state-error'); //set style untuk baris tersebut
 }
 });
 },
</pre>
<p>Hasilnya kira-kira seperti gambar pada artikel ini&#8230; semoga membantu..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2012/01/set-specific-row-style-in-jqgrid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah memakai framework ?</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/12/perlukah-memakai-framework/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/12/perlukah-memakai-framework/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 13:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Codeigniter]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Jquery]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Ruby]]></category>
		<category><![CDATA[Ruby On Rails]]></category>
		<category><![CDATA[framework]]></category>
		<category><![CDATA[perlu framework]]></category>
		<category><![CDATA[php]]></category>
		<category><![CDATA[Ruby on Rails]]></category>
		<category><![CDATA[yii]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[hmmm sudah beberapa bulan ini saya ga pernah lagi nulis tutorial tentang coding, apalagi khusus tentang Codeigniter. Ada banyak ide yang ingin saya tuliskan, tetapi rasa-rasanya waktunya belum nemu. Ah apalagi tutorial yang membahas Codeigniter sudah banyak bertebaran di internet, baik itu hasil karya sendiri maupun copas dari web lain, atau bermodalkan google translate Framework [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm sudah beberapa bulan ini saya ga pernah lagi nulis tutorial tentang coding, apalagi khusus tentang<a href="http://dudu.web.id/tag/codeigniter/"> Codeigniter</a>. Ada banyak ide yang ingin saya tuliskan, tetapi rasa-rasanya waktunya belum nemu. Ah apalagi tutorial yang membahas Codeigniter sudah banyak bertebaran di internet, baik itu hasil karya sendiri maupun copas dari web lain, atau bermodalkan google translate <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Framework oh framework, suatu hal yang lagi booming sekarang ini, buka milis pasti ada yang nanya framework, buka forum juga.. Dan yang paling sering ditanyakan adalah &#8220;<strong><a href="http://dudu.web.id/2011/12/perlukah-memakai-framework/">perlu ga sih kita pake framework??</a></strong>&#8221; Ketika saya melihat pertanyaan itu, yang terbesit dalam pikiran saya adalah, yang dimaksud dalam pertanyaan tersebut &#8220;framework itu sendiri&#8221; dan &#8220;framework yang mana&#8221;</p>
<p><span id="more-479"></span></p>
<p>Kembali ke pengertian framework itu sendiri, yang sering saya temukan adalah &#8221; kerangka sebuah aplikasi (baik itu web, desktop, dll) yang berisi kumpulan library, class, function dan lainnya yang sekiranya umum dan sering digunakan dalam pembuatan aplikasi tersebut yang bertujuan untuk mempermudah pengembangan aplikasi yang menggunakan kerangka program tersebut.</p>
<p>Nah kalau melihat definisi tersebut, jawaban dari &#8220;<a title="Perlukah memakai framework ?" href="http://dudu.web.id/2011/12/perlukah-memakai-framework/">perlukah memakai framework </a>?&#8221; adalah <strong>perlu</strong>. Setiap aplikasi yang siap pakai (bukan setengah aplikasi) pasti terdiri dari ratusan bahkan ribuan baris kode (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Source_lines_of_code">LOC</a>). Apabila kode-kode atau syntax tersebut tidak kita organisir dengan baik, pastinya akan membuat program kita akan menjadoi <em>over bloated</em> dan banyak mengandung <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spaghetti_code">spaghetti code</a></em>. Tetapi apabila kita mengorganisasi dengan baik, kita buat fungsi dan class yang benar sesuai tugasnya masing-masing, diharapkan kode yang kita buat akan menjadi lebih mudah dibaca, dipahami dan digunakan kembali dikemudian hari.</p>
<p>Ada mungkin diantara kita berpendapat &#8220;lebih puas coding dari awal&#8221;. Kalo seperti itu yang saya tanyakan &#8220;dari awal yang mana?&#8221; buat file satu persatu, class demi class, function demi function sehingga menjadi sebuah aplikasi jadi. Kalau suatu waktu ada proyek membangun program yang hampir mirip, apakah harus melakukan hal seperti itu lagi? pasti akan membuang banyak waktu. Akan lebih baik jika class yang sudah kita bangun, kita rapikan, kita dokumentasikan agar suatu saat bisa kita gunakan lagi. Nah dengan demikian kita sudah membuat &#8220;framework&#8221; untuk aplikasi kita.</p>
<p>Framework yang mana?</p>
<p>Sekarang banyak sekali framework yang bergelimpangan dan bertebaran di jagat Internet. Mau gratis atau berbayar, mau yang file nya kecil atau yang besar, tinggal pilih sesuai keinginan dan kebutuhan. Bagi saya, menggunakan framework yang sudah ada dipasaran (ex. <a href="http://www.codeigniter.com">codeigniter</a>, <a href="http://www.yiiframework.com/">yii</a>, <a href="http://www.symfony-project.org/">symfony</a>, <a href="http://rubyonrails.org/">ruby on rails</a>, <a href="https://www.djangoproject.com/">django</a>) bukanlah suatu masalah. Tidak ada framework yang jelek, yang ada hanyalah jurang maksimalnya kita menggunakan framework tersebut.</p>
<p>Menggunakan framework membuat kode program kita menjadi lebih teratur dan terorganisir. Membuat kita belajar bagaimana agar kode kita mudah dibaca orang lain (apabila kita bekerja tim).</p>
<p>Kesimpulannya yang saya ambil adalah, setiap aplikasi pasti memerlukan dasar dan kerangka yang biasa disebut framework. Tentang framework yang akan digunakan, apakah memilih framework buatan sendiri atau framework yang sudah ada, itu tergantung kebutuhan dan kemampuan kita.</p>
<p>Pesan hari ini : Liat wajah bayi yang menguap dan tidur itu sungguh indah rasanya <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/12/perlukah-memakai-framework/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaman Sekarang??</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/11/jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/11/jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 02:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Dulu waktu kuliah, saya punya temen programmer yang bisa dibilang senior dan mumpuni lah (Senior dari segi umur juga hehe). Beliau pernah cerita, jaman dia ngoding coldfusion dulu, hanya dibekali sebuah buku &#8220;kitab&#8221; nya coldfusion. Saya juga ga tahu bukunya kayak apa. Internet waktu itu masih mahal, di kantornya ga boleh internetan, katanya gitu. Jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Ancient Programmer" src="http://myfunnypics.net/upload/Pictures/thumbs/Ancient-Programmer-computer-ancient-programmer-old-statue_big.jpg" alt="" width="550" height="412" /><br />
Dulu waktu kuliah, saya punya temen programmer yang bisa dibilang senior dan mumpuni lah (Senior dari segi umur juga hehe). Beliau pernah cerita, jaman dia ngoding coldfusion dulu, hanya dibekali sebuah buku &#8220;kitab&#8221; nya coldfusion. Saya juga ga tahu bukunya kayak apa. Internet waktu itu masih mahal, di kantornya ga boleh internetan, katanya gitu. Jadi setiap ada error atau kesulitan yang dia temui, problem solving nya sangat berat, harus mikir sendiri, dn hanya dibekalo sebuah buku tadi. hmmm..</p>
<p><span id="more-474"></span></p>
<p>Tetapi, menurut saya justru seperti itulah cara yang hebat (walopun berat dan saya juga belum tentu bisa). Hal itu membuat programmer memiliki kemampuan logika yang kuat, skill programmingnya terasah terus-menerus meningkat.</p>
<p>Coba dibandingkan dengan jaman sekarang. Mahasiswa diberikan tugas sederhana Algoritma. Yang saya temui mereka justru berusaha mencari jawaban langsung di Internet. Bukan memikirkan logika algoritmanya. Banyak saya jumpai di forum, milis pertanyaan yang sepertinya tugas kuliah yang diberikan di perkuliahanya.</p>
<p>Jujur saya merasa prihatin (#SBY mode ON) tentang hal tersebut. Harusnya dengan Internet kita bisa lebih kreatif bukan malah menjadi malas.</p>
<p>NB: Catatan Jumat : Jangan tunda pekerjaan, semakin ditunda akan semakin menumpuk.. <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/11/jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat #HariBlogerNasional</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/10/selamat-hariblogernasional/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/10/selamat-hariblogernasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 01:42:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[bloger]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[warnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Selamat #HariBloggerNasional Begitu kata temen-temen di TL saya pagi ini, ya memang kebanyakan dari temen saya adalah bloger, dari yang bloger biasa sampe yang luar biasa. Kalo saya memang bloger ogah-ogahan hahaha.. Blog nya jarang di update sekarang. Ngomong-ngomong tentang bloging, kalo dari blog saya yang pertama (udah wafat ) itu mulai awal saya kuliah, nulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="#HariBloggerNasional" href="http://twitter.com/#!/search/HariBloggerNasional" target="_blank">Selamat #HariBloggerNasional</a></p>
<p>Begitu kata temen-temen di TL <a href="http://twitter.com/dwijonarko" target="_blank">saya</a> pagi ini, ya memang kebanyakan dari temen saya adalah bloger, dari yang bloger biasa sampe yang luar biasa. Kalo saya memang bloger ogah-ogahan hahaha.. Blog nya jarang di update sekarang.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang bloging, kalo dari blog saya yang pertama (udah wafat <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) itu mulai awal saya kuliah, nulis cerita sehari-hari pas jaman masih muda <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sekarang sih udah tua. Dulu awal ngeblog gara-gara ikut tren&#8230;. Bisa tuh tiap hari ke warnet cuma nyari ide buat nge blog. Lewat blog bisa kenalan sama blogger yang WAH, JOSS, GREAT.. pokoknya juara deh,, temennya jadi banyak..</p>
<p><span id="more-454"></span>Sekarang pengen fokus nulis ke masalah tertentu, tetapi pikirannya masih belum fokus, masih mbayang kemana-mana,, <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat hari Blogger Nasional, para blogger Indonesia semoga makin maju, makin banyak yang kita peroleh dari tulisan kita <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Udah ah, mau ngoreksi tugas yang makin numpuk kalo ga segera dikoreksi,,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/10/selamat-hariblogernasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seter and Geter di Ruby</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/09/seter-and-geter-di-ruby/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/09/seter-and-geter-di-ruby/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 11:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Ruby]]></category>
		<category><![CDATA[oop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Sering buat seter geter di Java kan? kalo di ruby bisa kayak gini.. Sumber : kaskus credit to agan magico]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering buat seter geter di Java kan? kalo di ruby bisa kayak gini..</p>
<pre class="brush: ruby; title: ; notranslate">
class Mobil
   %w{jenis merek bensin}.each { |prop|
   define_method((&quot;get&quot;+prop.capitalize).to_sym) {
     return self.instance_variable_get &quot;@&quot;+prop
   }
   define_method((&quot;set&quot;+prop.capitalize).to_sym) { |value|
     self.instance_variable_set &quot;@&quot;+prop, value
   }
}
end

a = Mobil.new
a.setMerek(&quot;Honda&quot;)
a.setBensin(&quot;Pertamax&quot;)
a.setJenis(&quot;Sedan&quot;)

a.getMerek
a.getBensin
a.getJenis
</pre>
<p>Sumber : <a href="http://www.kaskus.us/showpost.php?p=507521057&#038;postcount=55" title="Kaskus">kaskus</a> credit to agan magico</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/09/seter-and-geter-di-ruby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to get information about your laptop battery using the Command Line</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/08/how-to-get-information-about-your-laptop-battery-using-the-command-line/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/08/how-to-get-information-about-your-laptop-battery-using-the-command-line/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 12:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[battery]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Pengen ngerti status baterry laptop Anda? Kalo pake Linux, bisa menggunakan perintah berikut ini di console : Ketika saya coba, hasilnya adalah sebagai berikut : bagaimana punya Anda?? sumber : http://www.techportal.co.za/linux/313]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengen ngerti status baterry laptop Anda? Kalo pake Linux, bisa menggunakan perintah berikut ini di console :</p>
<pre class="brush: bash; title: ; notranslate">cat /proc/acpi/battery/BAT0/infohuo </pre>
<p>Ketika saya coba, hasilnya adalah sebagai berikut :</p>
<pre class="brush: bash; title: ; notranslate">[dwijonarko@chakra-notebook ~]$ cat /proc/acpi/battery/BAT0/info
present:                 yes
design capacity:         57200 mWh
last full capacity:      57849 mWh
battery technology:      rechargeable
design voltage:          10800 mV
design capacity warning: 5720 mWh
design capacity low:     572 mWh
cycle count:              0
capacity granularity 1:  572 mWh
capacity granularity 2:  572 mWh
model number:            K53--52
serial number:
battery type:            LIon
OEM info:                ASUSTek</pre>
<p>bagaimana punya Anda??</p>
<p>sumber : <a href="http://www.techportal.co.za/linux/313" title="http://www.techportal.co.za/linux/313">http://www.techportal.co.za/linux/313</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/08/how-to-get-information-about-your-laptop-battery-using-the-command-line/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RTFM !!!</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/07/rtfm/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/07/rtfm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 06:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bertanya]]></category>
		<category><![CDATA[rtfm]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini saya ambil tanpa di edit dari http://endy.artivisi.com/blog/life/rtfm/ semoga bisa jadi bahan masukan bagi kita semua Disclaimer: Saya menulis artikel ini bukan karena sudah tidak mau lagi menjawab pertanyaan. Bertanya boleh, sepanjang saya ada waktu dan bisa membantu insya Allah akan saya jawab. Tapi intinya adalah, bagaimana teknik bertanya yang dapat menghasilkan nilai tambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini saya ambil tanpa di edit dari <a href="http://endy.artivisi.com/blog/life/rtfm/">http://endy.artivisi.com/blog/life/rtfm/</a> semoga bisa jadi bahan masukan bagi kita semua <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Disclaimer: Saya menulis artikel ini bukan karena sudah tidak mau lagi menjawab pertanyaan. Bertanya boleh, sepanjang saya ada waktu dan bisa membantu insya Allah akan saya jawab. Tapi intinya adalah, bagaimana teknik bertanya yang dapat menghasilkan nilai tambah yang besar, bukan hanya untuk penanya, tapi juga untuk penjawab. Mengingat saya tidak dibayar untuk menjawab pertanyaan Anda, melainkan sebagai sedekah dan niat baik saja. Di lain pihak, dalam menjawab pertanyaan Anda, ada waktu yang saya gunakan. Waktu ini entah merupakan hak pelanggan saya (yang membayar untuk jasa saya), atau hak keluarga di rumah. Jadi untuk kebaikan kita semua, mohon baca artikel berikut sampai tuntas.</p>
<p><span id="more-437"></span></p>
<p>RTFM adalah singkatan dari Read The F!@#*ing Manuals, atau Read The Fine Manual, tergantung mood Anda saat mengucapkannya.</p>
<p>Kalimat sederhana, tapi entah kenapa banyak orang yang tidak melakukannya. Untuk kesekian kalinya, saya mendapat pertanyaan, “Bagaimana cara pakai ini? Bagaimana menjalankan aplikasi itu? Mengapa framework ini tidak berjalan seperti harapan saya?” dan pertanyaan lain yang sejenis.</p>
<p>Bukan, ini bukan tentang playbilling. Playbilling memang parah dokumentasinya, jadi bukan salah Anda kalo mengalami kesulitan</p>
<p>Yang sedang saya bicarakan adalah teknologi yang sehari-hari digunakan programmer. Misalnya PHP, Java, Hibernate, Spring, Freemarker, Linux, dan lainnya. Itu semua adalah produk mature, yang siap pakai, sudah banyak komunitasnya. Dengan demikian, manual dan dokumentasi pasti tersedia di mana-mana.</p>
<p>Sering sekali terjadi, ada yang tanya ke saya, baik melalui Y!, SMS, telpon, dan sebagainya. Dulu, saya masih mau menjawab panjang lebar. Akhir-akhir ini, pertanyaan semakin banyak, jadi respon standar saya adalah balik bertanya. Berikut urutan pertanyaan saya:</p>
<p>Sudah download?<br />
Sudah extract?<br />
Sudah baca dokumentasinya?<br />
Sudah coba jalankan contohnya?<br />
Sudah lihat dokumentasi/FAQ/forum di websitenya?<br />
Sudah cari di Google?<br />
Misal, ada yang tanya, “Bagaimana cara membuat mapping one-to-many di Hibernate?” Maka respon saya adalah:</p>
<p>Sudah download Hibernate?<br />
Sudah extract hibernate-xx.zip?<br />
Sudah baca dokumentasinya?<br />
Sudah coba jalankan contohnya?<br />
Sudah lihat dokumentasi/FAQ/forum di websitenya?<br />
Sudah cari di Google dengan keyword “hibernate one to many mapping”?<br />
Sayang sekali, sampai saat ini belum ada yang sampai nomer 6. Biasanya para penanya sudah “menyerah” di nomer 3. Pada beberapa kasus menyedihkan, nomer 1 saja dijawab “Belum”.</p>
<p>Untuk mereka yang menyerah di nomer 1, Anda hanya membuang waktu dan bandwidth saya yang berharga. Mereka ini adalah tipikal orang yang ingin gampang dan tidak memikirkan kepentingan orang lain. Sama saja dengan menganggap saya sebagai petugas 108 yang siap menjawab segala pertanyaan, karena memang dibayar untuk itu.</p>
<p>Bagi mereka yang menyerah di nomer 3, saya masih sedikit berempati. Mungkin penguasaan bahasa Inggrisnya kurang. Atau mungkin keder melihat dokumen berpuluh-puluh halaman, dalam bahasa Inggris pula. Walaupun mungkin juga ada yang bermentalitas cari gampang seperti nomer 1 di atas.</p>
<p>Tapi saran saya adalah, bacalah dokumentasi. Kalau bahasa Inggris yang kurang, kursus. Kalau ngeri melihat dokumen yang banyak, jangan dibaca semua. Gunakan Ctrl+F alias fasilitas find.</p>
<p>Jika Anda ingin serius dalam karir duniawi, investasi Bahasa Inggris sangat penting. Kemampuan membaca tulisan Inggris akan memungkinkan Anda maju secara mandiri. Kalau tidak, kemajuan Anda akan tergantung kepada orang-orang baik hati yang mau membantu Anda. Orang seperti ini tidak selalu ada. Mereka sangat mungkin memiliki kesibukan lain, sehingga kemajuan Anda akan menunggu ‘bala bantuan’ tersebut punya waktu luang untuk membantu Anda. Konsekuensinya jelas, Anda hanya akan jadi orang tertinggal.</p>
<p>Dalam proses membaca dan memahami dokumentasi, pengetahuan kita akan meningkat. Bukan saja kita mendapat jawaban atas masalah kita, tapi kita mendapatkan pengalaman memahami dokumentasi teknis. Ini adalah skill yang sangat bermanfaat, dan telah terbukti berguna pada waktu saya mengalami kesulitan.</p>
<p>Ada satu skill lagi yang sangat bermanfaat, yaitu skill problem solving. Anda mendapat masalah, kemudian melakukan langkah-langkah pemecahan. Kalau tidak berhasil, mungkin ada yang perlu diperbaiki di sistematika pemecahan masalahnya. Kemampuan problem solving sangat penting bagi karir Anda. Anda akan dianggap orang yang ‘bisa bekerja secara mandiri‘ atau ‘mampu bekerja dengan supervisi minimal‘. Sering lihat kan kriteria seperti ini di lowongan pekerjaan?</p>
<p>Problem solving skill bukan teknik instan. Ini harus dilatih terus menerus sepanjang hidup. Semakin banyak masalah yang kita hadapi dan kita coba pecahkan, kemampuan kita akan meningkat, berhasil itu cuma masalah waktu saja.</p>
<p>Bagi mereka yang sudah menjawab Ya sampai nomer 5, saya ucapkan selamat untuk Anda. Anda sudah membuktikan bahwa Anda telah mengerjakan PR Anda sebelum akhirnya memutuskan untuk meminta waktu saya. Dan kalau ternyata memang belum menyelesaikan masalah, saya tidak keberatan untuk membantu Anda.</p>
<p>Untuk kaum nomer 5, biasanya prosedur standar saya adalah menggunakan Google untuk mencari jawaban. Kemungkinan pertama, search langsung menghasilkan jawaban. Pada kasus ini, saya akan memberikan keyword google yang saya gunakan dan menunjukkan pada entri keberapa jawaban ditemukan. Harapan saya adalah, pada kesempatan berikutnya si penanya akan tahu metode dan teknik memilih keyword supaya hasil Google-nya akurat. Dengan demikian, si penanya akan bisa lebih mandiri.</p>
<p>Kemungkinan yang lain, saya harus bersusah payah mencari sebelum berhasil menemukan jawaban. Biasanya alirannya begini: Google -&gt; Website -&gt; dapat keyword lain -&gt; Google lagi, dan seterusnya sampai ketemu. Kalau begini kejadiannya, saya akan menjelaskan proses berpikir saya dalam menelusuri internet kepada si penanya. Lagi-lagi tujuannya adalah supaya si penanya bisa mencoba sendiri di kemudian hari.</p>
<p>Buat mereka yang sudah lulus sampai nomer 6, tapi masih belum ketemu jawaban, lalu tanya saya … hmm … sejauh ini belum ada  Kalau sudah lihai pakai Google dan gak ketemu, kecil sekali kemungkinan saya bakal ditanya. Kalaupun ditanya, jawaban saya cepat. Kalau saya sudah pernah mengalami masalah yang sama, saya akan jawab. Kalo belum pernah, ya saya bilang belum pernah, sehingga saya sama tidak tahunya dengan si penanya.</p>
<p>Pertanyaan yang saya benci adalah pertanyaan debug. Misalnya begini, “Saya bikin kode seperti ini , kemudian muncul NullPointerException, kenapa ya?”</p>
<p>Saya tidak suka karena:</p>
<p>Baca source code di Y! adalah penyiksaan, lewat SMS itu mungkin sudah melanggar HAM  . Jangan ketawa, ada yang pernah kirim source code via SMS ke saya.<br />
Untuk bisa debug, paling efektif adalah dengan coding langsung, pasang println disana-sini, recompile, re-run, lihat hasilnya.<br />
So, jangan ajukan pertanyaan debug ke saya. Coba kirim ke milis. Mudah-mudahan ada yang mau bantu. Kalo saya sih tidak … lihat source code yang ditulis sendiri aja pusing, apalagi source code orang, lewat SMS pula …</p>
<p>Kalau ada pertanyaan yang dibenci, tentunya ada pertanyaan yang disukai. Pertanyaan yang saya suka adalah yang konseptual. Misalnya, “Apa itu anonymous inner class, dan kapan kita menggunakannya”. Contoh lain, “Teknik mapping inheritance mana yang paling baik untuk kasus saya, one-table-for-all, table-per-subclass, atau table-per-class”?</p>
<p>Pertanyaan seperti ini mencerdaskan kedua belah pihak. Si penanya mendapat wawasan baru, sedangkan saya mendapat kesempatan untuk menguji apakah pemahaman saya sudah lengkap dan benar.</p>
<p>Jadi, mari bertanya secara cerdas demi kebaikan kita semua.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/07/rtfm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Auto Generated Content</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/04/auto-generated-content/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/04/auto-generated-content/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 03:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[AGC]]></category>
		<category><![CDATA[Auto Generated Content]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Pernah tidak Anda mencari sebuah artikel dari suatu situs melalui google? Saya yakin, sebagian pengguna Internet pernah melakukan hal tersebut. Terkadang hasil yang kita harapkan tidak muncul di searching google, atau juga muncul sebuah situs yang isinya adalah link yang ketika di klik, bukanya menuju sebuah halaman terntentu, ternyata kembali lagi ke halaman tersebut. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah tidak Anda mencari sebuah artikel dari suatu situs melalui google? Saya yakin, sebagian pengguna Internet pernah melakukan hal tersebut. Terkadang hasil yang kita harapkan tidak muncul di searching google, atau juga muncul sebuah situs yang isinya adalah link yang ketika di klik, bukanya menuju sebuah halaman terntentu, ternyata kembali lagi ke halaman tersebut. Hal itu terjadi terus menerus sampai kita bingung tentunya. Itu lah yang dinamakan &#8220;tersesat di situs ber AGC (auto generated content)&#8221;.</p>
<p>Mau bukti? ketik saja salah satu key misalnya &#8220;membatasi bandwidth idm&#8221;, (karena saya barusan kena itu ), klik salah satu hasilnya (saya ga sebut nama situsnya, males aja), nanti kita akan dibawa ke halaman yang banyak link kemudian isinya link-link yang membawa kita berputar-putar sampe ga jelas. Bahkan isi artikelnya aja kadang tidak ada.</p>
<p>Yang mau saya tulis disini adalah</p>
<blockquote><p>SAYA BENCI SITUS DENGAN AUTO GENERATED CONTENT</p></blockquote>
<p>Ya, saya sangat benci AGC, membuang waktu, bandwith dan tidak menghasilkan apa-apa. Yang bikin saya tambah benci, kebanyakan situs yang menerapkan AGC (terutama Indonesia) cuma buat naikin traffic, cari duit lewat iklan MLM, dan <strong>terlebih kalo dilihat situsnya sebagian besar isinya copas dari situs lai</strong>n, bahkan ada yang bilang &#8220;terserah ini kan web saya&#8221;.</p>
<p>Oke lah kalo mereka ada yang bilang gitu, saya juga mau bilang</p>
<blockquote><p>SAYA BENCI SITUS DENGAN AUTO GENERATED CONTENT, TERSERAH SAYA INI KAN WEB SAYA!!</p></blockquote>
<p>Dan kalo nemu situs pake AGC, laporkan saja ke Google Span Report <a href="https://www.google.com/webmasters/tools/spamreport" target="_blank">https://www.google.com/webmasters/tools/spamreport</a></p>
<p>Referensi :</p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5990513" target="_blank">Google Spam Report | Yuk Gan Kita Perangin Spammer</a></p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?p=321807854" target="_blank">Pesan untuk Pemilik Situs Auto Generate Content</a></p>
<p>#sekian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/04/auto-generated-content/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Maya versus Dunia Nyata</title>
		<link>http://dudu.web.id/2011/03/dunia-maya-versus-dunia-nyata/</link>
		<comments>http://dudu.web.id/2011/03/dunia-maya-versus-dunia-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 08:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dudu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Ngawur]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[attitude]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dudu.web.id/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Internet yang bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Pisau yang tajam, akan membantu koki masakan dalam membuat makanan, tetapi jika ada di tangan yang tidak tepat, pisau tersebut bisa dijadikan sebagai alat yang berbahaya untuk mencelakai seseorang. Akhir-akhir ini banyak berita yang menurut saya sangat menyedihkan. Gara-gara Facebook, Murid dikeluarkan, Bunuh diri karena Facebook, Cerai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet yang bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Pisau yang tajam, akan membantu koki masakan dalam membuat makanan, tetapi jika ada di tangan yang tidak tepat, pisau tersebut bisa dijadikan sebagai alat yang berbahaya untuk mencelakai seseorang.</p>
<p>Akhir-akhir ini banyak berita yang menurut saya sangat menyedihkan. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/03/22293238/Dikeluarkan.Sekolah.garagara.Facebook">Gara-gara Facebook, Murid dikeluarkan</a>, <a href="http://www.lintasberita.com/Nasional/Berita-Lokal/OMG-Gara-Gara-Facebook-Siswa-SMA-Bunuh-Diri">Bunuh diri karena Facebook</a>, <a href="http://tekno.liputan6.com/berita/201002/263323/Gara_gara_Facebook_Perceraian_Meningkat">Cerai karena Facebook</a>, <a href="http://teknologi.vivanews.com/news/read/52481-dipecat_gara_gara_facebook">Dipecat karena Facebook</a>, dan masih banyak lagi. Dari kasus-kasus tersebut, kita tidak bisa menyalahkan Facebook sebagai penyebabnya, atau Internet yang membuat itu terjadi. Internet bisa kita misalkan sebagai pisau, dan dia tergantung siapa yang memegang pisau tersebut.</p>
<p>Saya pernah mengikuti seminar Internet Sehat beberapa waktu yang lalu, pada prinsipnya tidak ada perbedaan antara dunia nyata dan dunia maya, jika kita di dunia nyata memerlukan sopan-santun, unggah-ungguh, toto kromo, di dunia maya pun demikian, kita juga perlu attitude ketika kita masuk dunia maya, misalnya pada social networkin dan sebagainya.<span id="more-389"></span></p>
<p>Justru menurut saya, di dunia maya adalah lebih berbahaya daripada dunia nyata. Jika di kehidupan biasa kita &#8220;nggosip&#8221; dengan tetangga kita, paling yang mengetahui hanya beberapa orang tertentu saja. Dan kalau ada yang tidak terima, bisa diselesaikan lebih mudah (mungkin) karena bisa jadi tidak ada bukti yang mendukung (cuma &#8220;katanya&#8221; saja).</p>
<p>Tetapi, pada beberapa kasus di atas, user internet, dengan seenaknya mengucapkan kata-kata yang menurut saya dan pada umumnya, tidak pantas di ucapkan. Jika ada yang tersinggung, pihak yang tersinggung bisa saja menuntu ke pihak berwajib dengan menyerahkan bukti yang valid (gambar atau yang lain).</p>
<p>Jadi, berhati-hatilah dalam ber internet, jaga sikap kita dan terus berkarya <img src='http://dudu.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>salam</p>
<p>Rujukan : <a href="http://www.detikinet.com/read/2011/02/08/132557/1562485/398/perlukah-berlaku-sopan-di-dunia-maya">http://www.detikinet.com/read/2011/02/08/132557/1562485/398/perlukah-berlaku-sopan-di-dunia-maya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dudu.web.id/2011/03/dunia-maya-versus-dunia-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

